BUKTI ILMIAH TERBELAHNYA BULAN

October 25th, 2008 by basenglah

Kisah ini diceritakan oleh Prof. Dr. Zaghlul Al-Najar (pakar Geologi Muslim) tentang pengalaman seorang pemimpin Al-Hizb al-Islamy Inggris yang masuk Islam karena takjub dengan kebenaran terbelahnya bulan.

Allah berfirman: “Sungguh telah dekat hari qiamat, dan bulan pun telah terbelah (Q.S. Al-Qamar: 1)”.

Apakah kalian akan membenarkan kisah dari ayat Al-Quran ini yang menyebabkan masuk Islamnya pimpinan Hizb Islami Inggris?

Di bawah ini adalah kisahnya:

Dalam temu wicara di televisi bersama pakar Geologi Muslim, Prof. Dr. Zaghlul Al-Najar, salah seorang warga Inggris mengajukan pertanyaan kepadanya, apakah ayat dari surat al-Qamar di atas memiliki kandungan
mukjizat secara ilmiah ?

Maka, Prof. Dr. Zaghlul Al-Najar menjawabnya sebagai berikut: Tentang ayat ini, saya akan menceritakan sebuah kisah. Sejak beberapa waktu lalu, saya mempresentasikan di Univ. Cardif, Inggris bagian barat, dan
para peserta yang hadir bermacam-macam, ada yang muslim dan ada juga yang bukan muslim. Salah satu tema diskusi waktu itu adalah seputar mukjizat ilmiah dari al-Quran. Salah seorang pemuda yang beragama muslim pun berdiri dan bertanya, “Wahai Tuan, apakah menurut anda ayat yang berbunyi, “Telah dekat hari qiamat dan bulan pun telah terbelah”, mengandung mukjizat secara ilmiah?”

Maka saya menjawabnya: Tidak, sebab kehebatan ilmiah diterangkan oleh ilmu pengetahuan, sedangkan mukjizat tidak bisa diterangkan ilmu pengetahuan, sebab ia tidak bisa menjangkaunya. Dan tentang terbelahnya bulan, maka itu adalah mukjizat yang terjadi pada Rasul terakhir Muhammad Saw. sebagai pembenaran atas kenabian dan kerasulannya, sebagaimana Nabi-nabi sebelumnya.

Mukjizat yang kelihatan, maka itu disaksikan dan dibenarkan oleh setiap orang yang melihatnya. Andai hal itu tidak termaktub di dalam kitab Allah dan hadits-hadits Rasulullah, maka tentulah kami para muslimin di
zaman ini tidak akan mengimani hal itu. Akan tetapi, hal itu memang benar termaktub di dalam al-Quran dan sunnah-sunnah Rasulullah Saw.

Allah ta’alaa memang benar-benar Maha berkuasa atas segala sesuatu. Maka, Prof. Dr. Zaghlul Al-Najar pun mengutip sebuah kisah Rasulullah membelah bulan. Kisah itu adalah sebelum hijrah dari Makkah Mukarramah ke Madinah. Orang-orang musyrik berkata, “Wahai Muhammad, kalau engkau benar Nabi dan Rasul, coba tunjukkan kepada kami satu kehebatan yang bisa membuktikan kenabian dan kerasulanmu (mengejek dan mengolok-olok) ?”

Rasulullah bertanya, “Apa yang kalian inginkan ? Mereka menjawab: Coba belah bulan”. Maka, Rasulullah pun berdiri dan terdiam, lalu berdoa kepada Allah agar menolongnya. Lalu, Allah memberitahu Muhammad agar mengarahkan telunjuknya ke bulan. Maka, Rasulullah pun mengarahkan telunjuknya ke bulan dan terbelahlah bulan itu dengan sebenar-benarnya. Maka, serta-merta orang-orang musyrik pun berujar, “Muhammad, engkau benar-benar telah menyihir kami!” Akan tetapi, para ahli mengatakan bahwa sihir memang benar bisa saja “menyihir” orang yang ada disampingnya, akan tetapi tidak bisa menyihir orang yang tidak ada di tempat itu.

Maka, mereka pun menunggu orang-orang yang akan pulang dari perjalanan. Lalu, orang-orang Quraisy pun bergegas menuju keluar batas kota Makkah menanti orang yang baru pulang dari perjalanan.

Dan ketika datang rombongan yang pertama kali dari perjalanan menuju Makkah, orang-orang musyrik pun bertanya, “Apakah kalian melihat sesuatu yang aneh dengan bulan?” Mereka menjawab, “Ya, benar. Pada suatu malam yang lalu kami melihat bulan terbelah menjadi dua dan saling menjauh masing-masingnya kemudian bersatu kembali…”.

Akhirnya, sebagian mereka pun beriman sedangkan sebagian lainnya lagi tetap kafir (ingkar). Oleh karena itu, Allah menurunkan ayat-Nya: Sungguh, telah dekat hari qiamat dan telah terbelah bulan.
Ketika melihat tanda-tanda kebesaran Kami, merekapun ingkar lagi berpaling seraya berkata, “Ini adalah sihir yang terus-menerus” , dan mereka mendustakannya, bahkan mengikuti hawa nafsu mereka. Dan setiap urusan benar-benar telah tetap …. (sampai akhir surat Al-Qamar).

Ini adalah kisah nyata, demikian kata Prof. Dr. Zaghlul Al-Najar. Dan setelah selesainya Prof. Dr. Zaghlul menyampaikan hadits nabi tersebut, berdiri seorang muslim warga Inggris dan memperkenalkan diri seraya
berkata, “Aku Daud Musa Pitkhok, ketua Al-Hizb al-Islamy Inggris.

Wahai tuan, bolehkah aku menambahkan? ” Prof. Dr. Zaghlul Al-Najar menjawab: Dipersilahkan dengan senang hati.” Daud Musa Pitkhok berkata, “Aku pernah meneliti agama-agama (sebelum menjadi muslim), maka salah seorang mahasiswa muslim menunjukiku sebuah terjemahan al-Quran yang mulia.

Aku pun berterima kasih kepadanya dan membawa terjemah itu pulang ke rumah. Ketika aku membuka-buka terjemahan al-Quran itu di rumah, surat yang pertama aku buka ternyata al-Qamar. Dan aku pun membacanya: “Telah dekat hari qiamat dan bulan pun telah terbelah… “.

Aku pun bergumam: “Apakah kalimat ini masuk akal? Apakah mungkin bulan bisa terbelah kemudian bersatu kembali? Andai benar, kekuatan macam apa yang bisa melakukan hal itu? Maka, aku pun menghentikan pembacaan ayat-ayat selanjutnya dan aku menyibukkan diri dengan urusan kehidupan sehari-hari. Akan tetapi, Allah Maha Tahu tentang tingkat keikhlasan hamba-Nya dalam pencarian kebenaran.

Suatu hari aku pun duduk di depan televisi Inggris. Saat itu ada sebuah diskusi di antara presenter seorang Inggris dan 3 orang pakar ruang angkasa AS. Ketiga pakar antariksa tersebut pun menceritakan tentang dana yang begitu besar dalam rangka melakukan perjalanan ke antariksa, padahal saat yang sama dunia sedang mengalami masalah kelaparan, kemiskinan, sakit dan perselisihan.

Presenter pun berkata, ” Andai dana itu digunakan untuk memakmurkan bumi, tentulah lebih banyak berguna”. Ketiga pakar itu pun membela diri dengan proyek antariksanya dan berkata, “Proyek antariksa ini akan membawa dampak yang sangat positif pada banyak segmen kehidupan manusia, baik segi kedokteran, industri, dan pertanian. Jadi pendanaan tersebut bukanlah hal yang sia-sia, tetapi justru dalam rangka pengembangan kehidupan manusia.

Dan, di antara diskusi tersebut adalah tentang turunnya astronot menjejakkan kakinya di bulan, di mana perjalanan antariksa ke bulan tersebut telah menghabiskan dana tidak kurang dari 100 juta dollar. Mendengar hal itu, presenter terperangah kaget dan berkata, “Kebodohan macam apalagi ini, dana begitu besar dibuang oleh AS hanya untuk bisa mendarat di bulan?”

Mereka pun menjawab, “Tidak, !!! Tujuannya tidak semata menancapkan ilmu pengetahuan AS di bulan, akan tetapi kami mempelajari kandungan yang ada di dalam bulan itu sendiri, maka kami pun telah mendapat hakikat tentang bulan itu, yang jika kita berikan dana lebih dari 100 juta dollar untuk kesenangan manusia, maka kami tidak akan memberikan dana itu kepada siapapun.

Maka presenter itu pun bertanya, “Hakikat apa yang kalian telah capai sehingga demikian mahal taruhannya? Mereka menjawab, “Ternyata bulan pernah mengalami pembelahan di suatu hari dahulu kala, kemudian menyatu kembali.!!! Presenter pun bertanya, “Bagaimana kalian bisa yakin akan hal itu?” Mereka menjawab, “Kami mendapati secara pasti dari batuan-batuan yang terpisah terpotong di permukaan bulan sampai di dalam (perut) bulan. Lalu, kami pun meminta para pakar geologi untuk menelitinya dan mereka mengatakan, “Hal ini tidak mungkin telah terjadi kecuali jika memang bulan pernah terbelah kemudian bersatu kembali”.

Mendengar paparan itu, ketua Al-Hizb Al-Islamy Inggris mengatakan, “Maka aku pun turun dari kursi dan berkata, “Mukjizat (kehebatan) benar-benar telah terjadi pada diri Muhammad Saw. 1400-an tahun yang lalu. Allah benar-benar telah mengolok-olok AS untuk mengeluarkan dana yang begitu besar, 100 juta dollar lebih, hanya untuk menetapkan akan kebenaran muslimin !!!! Maka, agama Islam ini tidak mungkin salah …..

Maka, aku pun berguman, “Maka, aku pun membuka kembali Mushhaf al-Quran dan aku baca surat Al-Qamar, dan … saat itu adalah awal aku menerima dan masuk Islam.

Mahabenar Allah, yang Mahaperkasa lagi Mahabijaksana

See the video :

http://www.metacafe.com/watch/303737/moon_split_from_nasa/

ANTI “HOMO TOP 100″ 2008

October 1st, 2008 by basenglah

1. Eminem - My name is
2. Rammstein - Mann gegen Mann
3. Enfant Terrible - Prins Willem Alexander is een fl…..
4. Nirvana - Rape me
5. Herman Brood & Jules Deelder - Oh Kut
6. Garbage - Queer
7. Lemonheads - Big gay heart
8. Jiskefet - Haar In M’n Glas
9. Fun Lovin’ Criminals - Big Night Out
10. Lil’ Kim - How many licks
11. Marilyn Manson - The dope show
12. Mickey Avalon - My Dick
13. Methods of Mayhem - Get naked
14. Eminem - Cleanin’ Out My Closet
15. Prodigy - Smack My Bitch Up
16. Joe Jackson - Real Man
17. Chris Rock - No sex
18. Khia - My Neck My Back
19. PJ Harvey - 50 ft Queenie
20. Urge Overkill - Girl you’ll be a woman soon
21. Nirvana - All apologies
22. Soundgarden - Black hole sun
23. Limp Bizkit - Nookie
24. De Dijk - Nergens Goed Voor
25. The Smiths - There Is A Light That Never Go
26. Urban Dance Squad - temporarily expandable
27. Sigue Sigue Sputnik - Love missile F-1 II
28. Grof Geschut - Moe
29. Skunk Anansie - Hedonism
30. Aerosmith - Pink
31. David Bowie - Boys keep swinging
32. Shocking Blue - Venus
33. Osdorp Posse - Origineel Amsterdams
34. Edwyn Collins - A girl like you
35. Jimi Hendrix - Hey Joe
36. P.I.L. - This is not a love song
37. Rage Against the Machine - Killing in the name
38. De G-Bojs - Als je nou niet springt
39. Doors - Alabama song
40. Sisqo - Thong Song
41. Aphex Twin - Windowlicker
42. Primus - Wynona’s big brown beaver
43. The Bird and the Bee - Fucking Boyfriend
44. The Streets - Dry Your Eyes
45. Rammstein - Du riechst so gut
46. Michael Jackson - In The Closet
47. Green Day - Basket case
48. White Stripes, The - Seven Nation Army
49. Morrissey - Nobody loves us
50. Hans Teeuwen - Carnavals-medley
51. Raggende Manne - Kramp van je kanis
52. Kinks - Dedicated follower of fashion
53. Radiohead - Creep
54. Dire Straits - Brothers in arms
55. Nirvana - Smells like teen spirit
56. Hole - Rockstar
57. The Avalanches - Frontier Psychiatrist
58. Pearl Jam - Black
59. Placebo & David Bowie - Without you…Unkle rmx)
60. Beastie Boys - Sabotage
61. Tom Jones - She’s A Lady
62. Run DMC - Walk This Way
63. Breeders - Canon ball
64. De Dijk - Als ze er niet is
65. Tone Loc - Wild thing
66. Rollins Band - Liar
67. Jiskefet - Mijn club
68. Faith no More - Be agressive
69. King Bee - Back by dope demand
70. Steppenwolf - Born To Be Wild
71. Paul Simon - 50 Ways To Leave Your Lover
72. Doors - Love her madly
73. Smashing Pumpkins - Bullet with butterfly wings
74. Manic Street Preachers - If you tolerate this
75. Skunk Anansie - Charlie big potato
76. Quick Fingers - Vieze Vrouwe (Slette Houwe)
77. N.E.R.D. - Lap dance
78. Kid Rock - Cowboy
79. Billy Joel - She’s always a woman
80. The Last Shadow Puppets - The age of the understatement
81. Stan Ridgeway - Camouflage
82. Luie Hond & De Jeugd Van Tegenwoordig - Poes in de Playboy
83. Blur - Girls & boys
84. Snoop Dogg feat. Pharrell - Drop It Like It’s Hot
85. Rosa Yemen - Herpes Simplex
86. De Vliegende Panters - Aanvallen!
87. Limp Bizkit - Rollin’
88. Handre - Ik Zie Geen Flikker In De Darkroom
89. Crash Test Dummies - Mmm Mmm Mmm Mmm
90. Lorraine Bowen - Would You Like To Be Buried or Cremated?
91. Arctic Monkeys - Brianstorm
92. Urbanus - Poesje stoei
93. Nirvana - Lithium
94. Metallica - The Unforgiven
95. Doe Maar - 1 Nacht Alleen
96. Tricky - Hell is around the corner
97. House Of Pain - Jump Around
98. The Smiths - Girlfriend In A Coma
99. Jovink en de Voederbietels - Luie flikker
100. Papa Roach - Last Resort

Source : raarfm.com

Judaism, Christianity & Islam

August 11th, 2008 by basenglah

The fundamental teachings of Moses, Jesus and Mohammed (pbuh) are the same. The first commandment given to Moses (pbuh) was the Shama or Kalima, as Muslims would have it.

That Shama is:

De 6:4 “Hear, O Israel: The LORD our God is One LORD”

Same thing was repeated by Jesus (pbuh), when a scribe came to him and asks him which is the first commandment of all? Jesus replied:

MARK 12:29 And Jesus answered him, the first of all the commandments [is], Hear, O Israel; The Lord our God is One Lord:

In the Medina some Christians came to Mohammed (pbuh) and asked him, what is your concept of God? At this moment God sent a revelation:

112:1 Say: He, God, is One.

If we read these verses in Hebrew or Arabic, the root word ‘One’ in Hebrew is “Ikhad” and in Arabic it is “Ahad”. Aramaic, Arabic and Hebrew are sister languages. Therefore, Moses said “Ikhad”, Jesus said “Ikhad” and Mohammed said “Ahad”. Meaning “One”.

If we are to believe in “ONE” God, than why God sent Moses (pbuh) with ‘Judaism’, Jesus (pbuh) with ‘Christianity’ and Mohammed (pbuh) with ‘Islam’?

Judaism:
If we are to follow the religion known as “Judaism” than this religion is not mentioned anywhere in the Law (Torah) (Old Testament) or Talmud or any other scriptures claimed by Jews to be the word of God. Nor did Moses (pbuh) in their sacred scriptures told his followers that their religion is “Judaism”. Where does this word “Judaism” comes from? Palestine was divided into tribes, one of them known as “Judea”. Therefore, the religion followed by the children of Juda in the land of Judea is known as “Judaism”.

Christianity:
If we are to follow the religion known as “Christianity” than this religion is not mentioned anywhere in the Bible. Nor did Jesus (pbuh) told his followers that your religion is known as “Christianity”. There are 73 books in the Catholic Bible and 66 Books in the Protestant Bible, But no word such as Christianity is found in them. The word “Christianity” is actually a derivation of people who after the ascension of Jesus (pbuh), accepted him as their Messiah. It was first used in Antioch. 
Acts 11: 25-26 “Then Barnabas went to Tarsus to look for Saul, and  when he found  him, he brought him to Antioch. So for a whole year  Barnabas and Saul met with  the church and taught great numbers  of people. The disciples were called Christians first at Antioch.
If Christians believe that Jesus (pbuh) was their Messiah and the Bible is the word of God, than they must realize that no where does God says in the Bible to be Christians or no where does Jesus say in the Bible to be Christians.

Islam:

The Arabic word Islam is derived from the root word Salam or Shalom in Hebrew, meaning peace. The word “Islam” means Submission to God. Therefore, Muslims are those who submit themselves to God. This word is not only found in the sacred scripture of Muslims known as Koran, It is also found there in the Bible. 

JAMES 4:7 Submit yourselves therefore to God. Resist the devil, and he will flee from you. 

PSALMS 66:3 Say unto God, How terrible [art thou in] thy works! through the greatness of thy power shall thine enemies  submit themselves unto thee. {(The Pagan Arabs were also enemies of God, but later on they submitted themselves to God (Became Muslims)}

Of course, the word Islam or Muslim is mentioned many times in the Koran. Like in this verse:

3:20 But if they dispute with you, say: I have submitted myself entirely to God and (so) every one who follows me; and say to those who have been given the Book and the unlearned people: Do you submit yourselves? So if they submit then indeed they follow the right way; and if they turn back, then upon you is only the delivery of the message and God sees the servants.
                              Therefore if we had the chance of meeting Moses (pbuh) and would ask him, what is your religion (way of life)? He would say my religion is Submission to God (Islam). If we would be alive till the second coming of Jesus (pbuh) and would ask him, what is your religion? He would say my religion is Submission to God (Islam).
MATTHEW 4:10 Then saith Jesus unto him, Get thee hence, Satan: for it is written, Thou shalt worship the Lord thy God, and him only shalt thou serve.
If he would say I am a Christian, we will ask him, which church do you belong to? Or do you accept the extra 7 books in Roman Catholic Bible or not?

Now the difference between Torah, Gospel and Quran is of Law. God gives Laws according to the situation. For example:

Mathew 38 Ye have heard that it hath been said, An eye for an eye, and a tooth for a tooth:
39 But I say unto you, That ye resist not evil: but whosoever shall smite thee on thy right cheek, turn to him the other also. 

Now the disciples of Jesus (pbuh) couldn’t follow An eye for an eye and a tooth for a tooth because they were very few and weak in force. Not even faithful as Jesus (pbuh) use to say:

MATTHEW 17:17 Then Jesus answered and said, O faithless and perverse generation, how long shall I be with you? how long shall I suffer you? bring him hither to me.

But still Jesus (pbuh) said:

MATTHEW 5:17 Think not that I am come to destroy the law, or the prophets: I am not come to destroy, but to fulfil.

If we ask a man of any religion that How many Gods do you believe in? His answer will be that God is One. For example a Hindu will also answer that God is One, but on the other hand he believes in God Incarnation! That God came to earth as Rama, Krishna, Seeva etc. The Christians would also say that we believe in One God, but they’ll say that God came on earth only as Jesus (pbuh) to live among us and understand us better. If that is so, why don’t you ask yourself a question? If God became a man to understand us better, why He didn’t became a Tree or a plant to understand it better? Why He didn’t became Sun to understand the Sun better? Why He didn’t became a Rabbit, to understand it better?


If we create a camera, to understand camera do we have to become camera ourselves! Or do we as camera’s creators would already know how to make the camera work better. Just like that God is the Creator of everything that exists. To understand us, God doesn’t have to come in a form of human, But he sends a man, a Prophet to His people, so that they may believe in him with their God gifted brains and would live a life as God wants them to live.

JOHN 20:17 Jesus saith unto her, Touch me not; for I am not yet ascended to my Father: but go to my brethren, and say unto them, I ascend unto my Father, and your Father; and [to] my God, and your God.

Let us discuss the 2 major parts of Christianity:

1.   Original Sin:
                    This takes us to the story of Adam (pbuh) in the Bible. It tells us that Adam and Eve were thrown out of the Paradise because of the Sin they committed. 

GENESIS 3:8 And they heard the voice of the LORD God walking in the garden in the cool of the day: and Adam and his wife hid themselves from the presence of the LORD God amongst the trees of the garden.
9 And the LORD God called unto Adam, and said unto him, Where [art] thou?

Imagine, Adam and Eve HEARD the VOICE of the Lord God WALKING in the GARDEN in the COOL of The DAY. GOD WALKING!!!!!  JOHN 4:24 God [is] a Spirit: and they that worship him must worship [him] in spirit and in truth.

In verse 9, the Creator of everything, The Greatest, The All-Knower, Is searching for Adam… WHERE ART THOU???

Christian theology tells us that the sin Adam & Eve committed, was inherited by everyone till the time of Jesus (pbuh). We ask, wasn’t kicking out of the garden enough punishment for them! No, says the Christian theology! Because of Adam and Eve, all mankind will pay for their sin! We would like to ask, Did Adam and Eve asked you before eating the apple? NO!!! Than how can the All-Wise, Master of the Day of Judgment would held you responsible for their sin? The theology says, that Jesus (pbuh) was Crucified to neutralize that sin. Can The Most Merciful God not forgive your sins without having Jesus (pbuh) crucified in such pain and difficulties?   

MATTHEW 27:46 And about the ninth hour Jesus cried with a loud voice, saying, Eli, Eli, lama sabachthani? that is to say, My God, my God, why hast thou forsaken me?

2 Divinity Of Christ:
                Perfect God means that there is no sharer in His Nature and His Attributes:

"Say:  He is God, the One and Only; God, the Eternal, Absolute; He begetteth
not, nor is He begotten; and there is none like unto Him."  (Holy Qur’an,
112:1-4)

How then can man be justified with God? Or how can he be clean that is born of a woman?-(JOB 25:4). 

"..To whom then will ye liken God? Or what likeness will ye compare unto Him?"- (ISAIAH 40:18). 

"I am the Lord thy God…Thou shalt have no other gods before Me. Thou shalt not make unto thee any graven image, or any likness of anything that is in heaven above, or that is in the earth beneath, or that is in the water under the earth; Thou shalt not bow down thyself to them nor serve them."-(EXODUS 20:2-5).

Ye men of Israel, hear these words; Jesus of Nazareth, a man approved of God among you by miracles and wonders and signs, which God did by him in the midst of you, as ye yourselves also know.-(ACTS 2:22).

I can of mine own self do nothing: as I hear, I judge: and my judgment is just; because I seek not mine own will, but the will of the Father which hath sent me. If I bear witness of myself, my witness is not true.-(JOHN 5:30-31).

And, behold, one came and said unto him (Jesus), "Good Master, what good thing shall I do, that I may have eternal life?" And he said unto him, Why callest thou me good? There is none good but One, that is God: but if thou wilt enter into life, keep the Commandments.-(MATTHEW 19:16-17). 

The Ancestors of "God":  "The generations of Jesus Christ, the son of David, the son of Abraham."  (Matthew, 1:1)

The Sex of "God":  "And when eight days were accomplished for the circumcising of the child, his name was called Jesus."  (Luke, 2:21)

How Mary Conceived and Delivered "God".  Mary conceived Jesus like any other woman:  "The days were accomplished that she should be delivered," (Luke,2:6) which means that she went through all the normal stages of pregnancy.
Nor was her delivery any different from other expectant mothers:  "And she being with child cried, travelling in birth, and pained to be delivered." (Revelation, 12:2)

The Country of Origin of "God":  "Jesus was born in Bethlehem of Judaea in the days of Herod the king.  (Matthew, 2:1)

The Occupation of  "God":  "Jesus was a carpenter by trade." (Mark, 6:3), "and the son of a carpenter." (Matthew,  13:55)

"God" Was a Devout Jew:  "And in the morning, rising up a great while before day, he went out, and departed into a solitary place, and there prayed." (Mark, 1:35)

"God" Was a Loyal Subject:  Jesus was a good citizen, he was loyal to Caesar. He said:  "Render therefore unto Caesar the things which are Caesar’s; and unto God the things that are God’s."  (Matthew, 22:21)  He paid his tax regularly.  (Matthew, 17:24-27)

Mental, Physical and Moral Development of "God":  "And Jesus increased in wisdom and stature, and in favor with God and man."  (Luke, 2:52)

"God" Was 12 Years Old When His Parents Took Him to Jerusalem:  "Now his parents went to Jerusalem every year at the feast of the passover.  And when he was twelve years old, they went up to Jerusalem after the custom of the feast."  (Luke,  2:41-42)

The Powerless "God" (Jesus) said:  "I can of mine own self do nothing." (John, 5:30)

"God" Was Ignorant of the Time.  Jesus said:  "But of that day and that hour knoweth no man, no, not the angels which are in heaven, neither the Son, but the Father."  (Mark, 13:32)

"God" Was Ignorant of the Season:  "And on the morrow, when they were come from Bethany, he (Jesus) was hungry:  and seeing a fig tree afar off having leaves, he came, if haply he might find anything thereon: and when he came to it, he found nothing but leaves; for the time of figs was not yet."  (Mark, 11:12-13)

The Devil Tempted "God" For 40 Days:  "And immediately the spirit driveth him into the wilderness.  And he was there in the wilderness forty days, tempted of Satan."  (Mark,  1:12-13)

The Devil Tempted "God" Continuously:  "And when the devil had ended all the temptation, he departed from him for a season."  (Luke,  4:13)

Like the Sinners, "God" Was Tempted In All Things:  "But (he) was in all points tempted like as we are, yet without sin."  (Hebrews,  4:15)

True God Cannot be Tempted With Evil:  "God cannot be tempted with evil, neither tempteth he any man." (James,
1:13)

Only The Ungodly Are Tempted With Evil:  "But every man is tempted, when he is drawn away of his own lust, and enticed."  (James,  1:14)

"God" Came For The Jews Only:  "But he answered and said, I am not sent but unto the lost sheep of the house of Israel."  (Matthew, 15:24)

Racial Discrimination of "God":  "These twelve Jesus sent forth, and commanded them, saying, Go not into the way of the Gentiles, and into any city of the Samaritans enter ye not:  But go rather to the lost sheep of the house of Israel."  (Matthew, 10:5-6)

The Titles of "God":  "The king of the Jews"  (Matthew, 2:2),  "The king of Israel" (John, 1:49; 12:13)

A Hungry "God":  "And when he had fasted forty days and forty nights, he was afterward an hungered."  (Matthew 4:2),  "Now in the morning as he returned into the city, he hungered."  (Matthew, 21:18), "and on the morrow, when they were come from Bethany, he was hungry." (Mark, 11:12)

A Thirsty "God":  "(He) saith, I thirst."  (John, 19:28)

A Sleepy "God":  "He was asleep."  (Matthew, 8:24),  "He fell asleep" (Luke, 8:23), "And he was in the hinder part of the ship, asleep on a pillow." (Mark, 4:38)

The "God" of War:  Jesus said:  "Think not that I am come to send peace on earth: I came not to send peace, but a sword."  (Matthew, 10:34)

The Sabre-Rattling "God": Jesus said:  "And he that hath no sword, let him sell his garment, and buy one."  (Luke, 22:36)

"God" Fled in Disguise:  "Then took they up stones to cast at him: but Jesus hid himself, and went out of the temple, going through the midst of them, and so passed by."  (John,  8:59)

IF CHRISTIANS WORSHIP JESUS AS GOD, BECAUSE HE HAD NO FATHER AND HE HAD GRATE MIRACLES… WHY DON’T THEY WORSHIP “MALCHESDIC” 
HEBREWS 7
1 For this Melchisedec, king of Salem, priest of the most high God, who met Abraham returning from the slaughter of the kings, and blessed him;
2 To whom also Abraham gave a tenth part of all; first being by interpretation King of righteousness, and after that also King of Salem, which is, King of peace;
3 Without father, without mother, without descent, having neither beginning of days, nor end of life; but made like unto the Son of God; abideth a priest continually.

Now my dear brothers and sisters, I would like to end with few Quranic verses:

5:77 Say: "O people of the Book! (Jews & Christians) exceed not in your religion the bounds (of what is proper), trespassing beyond the truth, nor follow the vain desires of people who went wrong in times gone by,- who misled many, and strayed (themselves) from the even way.

5:76 Say: "Will ye worship, besides God, something which hath no power either to harm or benefit you? But God,- He it is that heareth and knoweth all things."

5:75 Christ the son of Mary was no more than a messenger; many were the messengers that passed away before him. His mother was a woman of truth. They had both to eat their (daily) food. See how God doth make His signs clear to them; yet see in what ways they are deluded away from the truth!

3:67 Abraham was not a Jew nor yet a Christian; but he was true in Faith, and bowed his will to God’s(Which is Islam), and he joined not gods with God.

Fatwa Mati Salman Rushdie

August 11th, 2008 by basenglah

Penghinaan terhadap Nabi Muhammad saw tidak pernah berhenti di Barat. Benar, Imam Khomeini pernah mengeluarkan fatwa hukuman mati atas Salman Rushdi. Namun, penghinaan terhadap Nabi Islam, Muhammad saw tidak pernah selesai. Permusuhan Barat terhadap Islam masih tetap berlangsung. Pemuatan karikatur yang menghina Nabi Muhammad saw di Denmark masih satu jalur dengan Ayat-ayat Setan Salman Rushdi. Sekalipun didemo di mana-mana, masih saja di sebagian negara-negara seperti Inggris, Azerbaijan dan terakhir Prancis yang proses pengadilannya tengah berlangsung, melakukan penghinaan.

Dengan nama-Nya Yang Maha Tinggi

Inna Lillahi Wa Inna Ilahi Rajiuun.

Saya beritahukan kepada kaum muslimin pemberani di seluruh dunia. Telah diterbitkan buku Ayat-ayat Setan yang menghina Islam, Nabi dan al-Quran. Penulis serta penerbit buku itu hukumannya adalah MATI!

Saya mengharap kepada seluruh kaum muslimin pemberani yang menemukan mereka di mana saja untuk membunuh mereka. Sehingga tidak ada lagi orang yang berani menghina hal-hal yang disucikan oleh kaum muslimin.

Siapa saja yang mati dalam usaha membunuh mereka, terhitung sebagai syahid Insya Allah. Perlu diketahui, bila seseorang mengetahui keberadaan si penulis buku, namun ia sendiri tidak dapat membunuhnya, maka ia harus mengabarkan kepada orang lain sehingga mereka yang akan melakukan pembunuhan itu dan ia dapat merasakan akibat dari amal perbuatannya.

Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh,

25/11/1367 (14 Pebruari 1989)

Ruhullah al-Musawi al-Khomeini

Pendahuluan

Tanpa terasa, fatwa hukuman mati Salman Rushdi yang dikeluarkan oleh Imam Khomeini telah berumur 18 tahun. Pada masa dikeluarkannya fatwa tersebut tidak ada yang membayangkan Imam Khomeini akan menyikapi buku Ayat-ayat Setan sekeras itu. Karena pada waktu itu, Iran baru saja menerima resolusi PBB nomor 598 yang berarti gencatan senjata dengan Irak. Dengan itu, Iran tentu disibukkan dengan usaha untuk melakukan perdamaian.

Semua lupa akan prinsip-prinsip berpikir Imam Khomeini. Pikirannya melewati batas-batas teritorial Iran dan orang-orang Iran. Imam Khomeini dalam segala urusannya hanya untuk Allah dan agama. Ia senantiasa berusaha untuk itu dan tidak pernah menunjukkan keletihan dalam masalah ini. Ketika Imam Khomeini mengetahui isi buku Ayat-ayat setan, ia langsung menciap kebatilan buku ini. Ada rencana di balik penerbitan buku itu. Itulah yang membuat beliau mengeluarkan fatwa bersejarahnya.

Lebih jauh tentang Salman Rushdi
Salman Rushdi lahir di kota Devanegari, Bombai India pada tanggal 19 Juni 1947. Setelah Pakistan berdiri sendiri, ia bersama keluarganya pindah ke Karachi dan setelah itu berimigrasi ke Inggris. Ia ke Inggris ketika berumur 13 tahun dan menyelesaikan sekolahnya di sana. Setelah menyelesaikan kuliahnya di jurusan sejarah di universitas Cambridge, ia kembali ke Pakistan. Dengan menulis artikel selama di Inggris, ia dapat membayar sebagian biaya sekolahnya sendiri. Akhirnya ia pindah warga negara Inggris.

Tujuh tahun setelah menulis artikel ia akhirnya berhasil menulis novel berjudul Midnight’s Children tahun 1981. Dengan buku itu ia mendapat hadiah sastra Inggris Booker Prize. Buku ini isinya mengkritik perlawanan rakyat India untuk merdeka dari tangan Inggris. Sekitar setengah juta naskah terjual. Pada tahun 1983 ia menulis buku Shame tentang kondisi Pakistan. Buku The Jaguar Smile: A Nicaraguan Journey 1987 adalah hasil dari perjalanan 3 minggunya ke Nikaragua.

Gaya penulisannya adalah Realisme, namun dengan mengubah semua tokoh asli begitu juga tempat kejadian. Gaya penulisannya tidak mengikuti pakem yang ada selama ini. Dengan ini ia sesuka hati ia menulis apa saja dan menisbatkannya kepada siapa saja yang disukainya. Bukunya yang paling menyedot perhatian adalah The Satanic Verses yang dikenal dengan nama Ayat-ayat Setan. Buku ini ditulisnya pada tahun 1988.

Latar belakang penulisan buku Ayat-ayat Setan
Menganalisa cara berpikir Salman Rushdi dapat lacak dari keluarganya. Ibunya adalah seorang penari bernama Vanita. Pada masa remajanya ia disukai oleh seorang pemuda bernama Raju. Vanita beberapa kali lewat Salim Khan, gubernur Bombai, melakukan penghinaan terhadap masjid. Pernah ia meletakkan kepala babi di undak-undakan masjid kemudian lari menyembunyikan dirinya. Ia juga pernah membakar upacara orang-orang Hindu dan menyebarkan bahwa itu dilakukan oleh kaum muslimin. Setiap kali ia melakukan penghinaan, ia mendapat bayaran dari Salim Khan.

Rupanya Salim Khan juga tertarik dengan Vanita dan hendak mempersuntingnya. Sebagai jawabannya ia menjawab: “Aku menikah karena uang dan kalau engkau punya uang aku menjadi milikmu”. Setelah setuju, ia akhirnya menikah dan dibawa ke istana. Ia menghabiskan malamnya di istana Lord William dan sejak malam itu, ia tidak keluar-keluar dari istana.

Ketika Lord William dipanggil untuk kembali ke Inggris, ia berkata kepada Vanita: “Aku punya istri di Inggris dan ayahnya punya pengaruh kuat di sana. Aku tidak dapat membawamu ke sana”. Lord William pergi. Vanita kembali ke pelukan Raju yang masih menantinya. Setelah Vanita melahirkan anaknya ia meninggal. Raju membawa anak itu dan meninggalkannya di masjid. Seorang bernama Safdar menemukan bayi tersebut dan membawanya pulang ke rumahnya. Ia kemudian memberinya nama Salman. Ia besar di keluarga muslim.

Semenjak kecilnya ia terkenal nakal. Pada umur tiga belas tahun ia sudah tiga belas kali ditahan polisi. Pada masa itu, istri Lord William meninggal. Karena tidak punya anak dari istrinya, ia kemudian mengingat Vanita dan anaknya. Ia mengirim surat kepada Salim Khan untuk menemukan anaknya. Lewat Raju, Lord William menemukan Salman. Ketika tahu bahwa dia adalah anak dari seorang perwira inggris, ia sangat senang. Ia kembali ke rumah. Di rumah ia menemukan ibu angkatnya tengah menunaikan salat. Ketika sujud, ia menginjak kepala ibu angkatnya sehingga kepalanya terluka. Ia keluar dari rumah dan kemudian berangkat ke Inggris.

Ia kemudian di masukkan asrama melanjutkan sekolahnya di Inggris. Di sana ia berkenalan dengan Umar anak Mesir. Mereka kemudian menjalin percintaan dan sepakat untuk menikah. Mereka akhirnya membuka ajaran-ajaran agama yang memperbolehkan perkawinan sesama jenis. Mereka tidak menemukan ajaran yang memperbolehkan. Ketika Madame Rosa ibu asrama mengetahui gelagat ini, ia menyurati ayah Umar yang berpangkat jenderal. Ayahnya datang untuk membawa anaknya pulang ke Mesir. Umar yang begitu cinta kepada Salman akhirnya membakar dirinya. Setelah Umar meninggal, Salman sangat terpukul dan memutuskan untuk membalaskan dendamnya terhadap agama-agama.

Ayat-ayat Setan
Salman Rushdi menulis banyak buku. Bila jeli melihat karangan-karangannya, kebanyakan isinya menghina agama dan keyakinan masyarakat setempat. Dalam bukunya Grimus (1975), secara terang-terangan ia menghina keyakinan orang-orang India. Buku Shame (1983) ditulisnya juga dengan isi yang sama.

Midnight’s Children (1981) ditulis mengkritik perjuangan rakyat India untuk mendapatkan kemerdekaannya dari Inggris. Bukunya The Jaguar Smile: A Nicaraguan Journey (1987) terkait dengan situasi politik di Nikaragua dan keyakinan masyarakatnya.

Puncak penghinaannya terhadap agama dengan menulis novelnya yang berjudul The Satanic Verses (1988). Ia menulis buku ini pada usia 47 tahun. Sebelum ia menulis buku ini, ia ikut hadir dalam sebuah pertemuan yang bermaksud untuk menghancurkan agama tidak lagi dengan senjata, tapi dengan tulisan. Tujuan itu terealisasikan dengan diterbitkannya buku ini.

Untuk pertama kalinya ketika dicetak dalam 547 halaman. Buku ini dicetak oleh penerbit Viking anggota jaringan penerbit Penguin. Salman Rushdi menulis buku ini karena pesanan pimpinan Viking, seorang Yahudi, dengan bayaran gila-gilaan 850 ribu pound.

Buku Ayat-ayat Setan bukanlah buku ilmiah, melainkan hanya sekedar fantasi penulis. Sekalipun demikian, penghinaannya terhadap keyakinan yang disucikan oleh kaum muslimin tidak dapat dibiarkan begitu saja.

Untungnya, Imam Khomeini cepat tanggap rencana besar dibalik penerbitan buku ini. Beliau kemudian mengeluarkan fatwa hukuman mati yang bersejarah. Fatwa ini membuat skenario besar itu prematur. Umat Islam tersadar dan ini membuat Barat lebih berhati-hati. Inggris sebagai pembela nomor satu Salman Rushdi mencoba menekan Iran dengan ancaman ekonomi dan politik agar Imam Khomeini menarik kembali fatwanya. Tidak cukup itu saja, dengan menggerakkan 12 negara lainnya mereka kemudian memburukkan citra Iran dan Imam Khomeini.

Di balik tekanan dari negara-negara Barat, keteguhan Imam Khomeini membuat mereka lelah dan kemudian pasif menerima. Di sisi lain, ini seperti meniupkan semangat baru ke dalam dunia Islam. Penerbit buku Ayat-ayat Setan, Viking, langsung mengeluarkan pernyataan: “Penerbit dan penulis tidak punya maksud menyakiti kaum muslimin. Kami sangat menyesal dengan kejadian ini. Penerbitan buku Ayat-ayat Setan dilakukan karena ditulis oleh seorang penulis top dan isinya fiktif. Penerbitannya karena menghormati kebebasan berekspresi. Salah satu prinsip demokrasi”.

Salman Rushdi sendiri dalam wawancaranya dengan CBS mengatakan:

“Buku ini punya dua khayalan yang coba saya hubungkan dengan munculnya sebuah agama yang mirip dengan Islam. Tapi ini sebuah Islam khayalan. Tokoh yang berkhayal dalam buku itu, pada intinya akalnya telah hilang, gila. Bila seorang berkhayal semacam ini, sangat aneh bila tulisan ini dianggap menghina Islam. Sama sekali saya tidak berniat itu”.

Sempat muncul bisik-bisik di Iran, bahwa bila Salman Rushdi bertobat, mungkin saja tobatnya diterima. Namun, hal ini ditolak oleh kantor Imam Khomeini. Bahkan disebutkan seandainya Salman Rushdi kemudian menjadi orang paling zuhud di muka bumi pun, membunuhnya adalah wajib.

Hukuman mati telah dihapus?
Imam Khomeini pada tahun itu juga, 1987, berbicara di hadapan para rohaniwan:

“Masalah buku Ayat-ayat Setan adalah rencana yang telah disiapkan dengan baik untuk menghancurkan akar ajaran Islam dan keberagamaan umat Islam. Puncak dari semua itu adalah Islam dan rohaniwan”.

Ketika fatwa Imam Khomeini tidak lagi diulang-ulangi, Barat mulai berani mengeluarkan isu bahwa fatwa Imam telah ditarik kembali. Isu ini dimunculkan tidak hanya sekali, tetapi dimuat berulang-ulang. Ayatullah sayyid Ali Khamene’i bereaksi dengan keras.

Pada musim haji dua tahun lalu beliau mengeluarkan pernyataan:

“Hukuman mati yang dikeluarkan oleh Imam Khomeini terhadap Salman Rushdi berlandaskan ayat-ayat al-Quran. Sebagaimana ayat-ayat lain yang kokoh dan tidak dapat dihapus, hukum ini tetap dan tidak dapat dihapus”.

Penutup
Penghinaan terhadap Nabi Muhammad saw tidak pernah berhenti di Barat. Benar, Imam Khomeini pernah mengeluarkan fatwa hukuman mati atas Salman Rushdi. Namun, penghinaan terhadap Nabi Islam, Muhammad saw tidak pernah selesai. Permusuhan Barat terhadap Islam masih tetap berlangsung. Pemuatan karikatur yang menghina Nabi Muhammad saw di Denmark masih satu jalur dengan Ayat-ayat Setan Salman Rushdi. Sekalipun didemo di mana-mana, masih saja di sebagian negara-negara seperti Inggris, Azerbaijan dan terakhir Prancis yang proses pengadilannya tengah berlangsung, melakukan penghinaan.

Masihkah Barat tidak ingin mengambil pelajaran dari fatwa ulama Islam seperti Imam Khomeini? Bila ditanya, mengapa kalian melindungi dan membiarkan orang-orang menghina keyakinan orang lain? Jawabannya adalah kebebasan berekspresi. Kebebasan berekspresi yang selalu dijajakan untuk menghina keyakinan orang lain. Pertanyaannya, adakah kebebasan yang memperbolehkan menghina keyakinan orang lain?